Oleh: Siti Nurhayati | 10 Juli 2010

Kisah Seekor Keledai

KISAH SEEKOR KELEDAI

SEORANG petani yang tinggal di daerah sumatera Selatan memiliki keledai satu- satunya sebagai alat angkutan sehari-hari.suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur.Hewan itu menangis sangat memilukan selama berjam-jam,sementara si petani tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk menyelamatkan keledai tersebut.segala upaya telah dicoba untuk mengangkat keledai itu dari dalam sumur,tetapi tidak membuahkan hasil,
Akhirnya,setelah berdiskusi dengan saudaranya diperoleh kesimpulan untuk membiarkan saja keledai itu di dalam sumur untuk selanjutnya ditimbun.Alasannya,hewan tersebut sudah tua dan tidak terlalu berguna lagi jika ditolong.Dipihak lain,sumur itu sendiri juga kurang produktif.dengan demikian,menutup sumur bersama dengan keledainya merupakan keputusan yang tepat.
Lalu ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantu.mereka datang dengan membawa sekop,cangkul,dan peralatan lainnya lalu mulai menimbun tanah ke dalam sumur.pada mulanya,ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi,dia menangis penuh kengerian.Namun,lama kelamaan semua orang menjadi takjub ketika si keledai menjadi diam dan tidak berteriak lagi.
Setelah beberapa sekop tanah mulai dituangkan lagi ke dalam sumur,si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihat apa yang dilakukan oleh sang keledai.sekali pun punggungnya terus menerus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran,si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun kebawah,lalu menaiki tanah itu. Begitu seterusnya tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, sedangkan si keledai juga terus mengguncangkan badannya dan melangkah naik hingga mendekati mulut sumur. Tak pelak lagi,semua orang terpesona ketika melihat si keledai melompati tepi sumur dan melarikan diri.*****

TERKADANG hidup ini terasa begitu tertekan dengan permasalahan yang bertubi-tubi, baik itu masalah keluarga maupun pekerjaan. Setiap hari timbunan masalah tersebut semakin berat saja. Belajar dari ilustrasi diatas, bukankah setiap masalah yang ada dapat di jadikan batu pijakan untuk berbuat sesuatu lebih baik lagi?
Kita juga tidak bisa terus menerus menyesali apa yang terjadi, sekali pun rasanya sudah tidak mungking untuk keluar dari masalah yang ada.Namaun,dengan mengubah cara pandang terhadap suatu masalah,akan ditemukan solusi-solusi baru yang mungkin tidak dapat ditemukan sebelumnya.pendek kata,ketika menghadapi masalah sesungguhnya kita sedang menikmati pengalaman hidup yang mungkin tidak akan terulang kembali.pengalaman bukanlah apa yang dialami seseorang,melainkan apa yang dilakukan seseorang terhadap apa yang terjadi pada dirinya.
Persepsi orang lain akan berubah ketika kita bisa bertahan dan mengatasi permasalahan yang dihadapi dengan tegar dan tabah.Cara pandang dan penilaian orang justru akan berbalik arah ketika kta bisa memandang permasalahan yang kita hadapi secara positif.Kebesaran jiwa seseorang memang diuji pada saat ia menghadapi permasalahan hidup.
Seseorang memilki mental dan perkembangan emosi yang optimal bukan dilihat dari kekayaan atau jabatannya yang tinggi,bukan pula dari pernyataan-pernyataannya yang muluk-muluk, dan bukan pula dari palu kekuasaan yang dimilikinya untuk menekan orang lain, melainkan dari dapur api pengujian hidup.
Pengalaman bukanlah apa yang dialami seseorang,melainkan apa yang dilakukan seseorang terhadap apa yang terjadi pada dirinya.

Terima kasih atas kunjungannya,wassalam smaslah
Sumber: Setengah Isi Setengah Kosong by Parlindungan Marpaung


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: