Oleh: Siti Nurhayati | 13 Juli 2010

Seks Sering Dianggap Lelucon

Seks Sering Dianggap Lelucon

Nurul Ulfah

Sebuah poling di Inggris menyebutkan bahwa satu dari sepuluh orang di Inggris tidak tahu bahwa wanita masih bisa hamil meskipun melakukan seks sambil berdiri.

Meski sudah tidak tabu lagi membicarakan soal seks, tapi terbukti bahwa orang-orang hanya membicarakan seks sebagai lelucon, bukan sebagai ilmu kesehatan yang perlu diantisipasi atau dipelajari.

Menurut survei yang dilakukan di Inggris, sebanyak 19 persen partisipan juga tidak tahu bahwa wanita dapat hamil selama masa haidnya. Sementara itu, 11 persen percaya bahwa seks yang dilakukan sambil berdiri adalah metode kontrasepsi yang cukup efektif untuk menghindari kehamilan, dan 37 persen tidak pernah memikirkan atau membicarakan tentang kontrasepsi pada saat berhubungan seks.

“Studi ini membuktikan bahwa kurangnya pengetahuan akan seks menyebabkan kebingungan yang akhirnya berdampak pada persepsi yang salah,” ujar pakar seks, Dr Pam Spurr seperti dilansir Health24, Senin (23/11/2009).

Fakta lainnya yang ditemukan peneliti dari 2.000 orang partisipan berumur 16-50 tahun menyebutkan bahwa 31 persen orang tidak pernah membicarakan kesehatan seksual dengan pasangannya dan 17 persen tidak tahu bahwa infeksi herpes dan kutil di kelamin kebal terhadap antibiotik.

Alasannya ternyata karena malu. Sebanyak 27 persen partisipan mengaku terlalu malu untuk menanyakan hal itu pada pasangannya atau pada teman-temannya dan orang terdekat lainnya. “Meskipun mereka membicarakannya, 62 persennya malah mendiskusikannya sebagai lelucon,” ujar Spurr.

Spurr mengherankan sikap orang yang sudah tidak menganggap tabu pembicaraan seks tapi justru membuatnya sebagai bahan lelucon.

“Ada kalanya kita membicarakannya sebagai lelucon, tapi ada kalanya juga kita harus berbicara mengenai topik itu dengan serius, demi kesehatan diri sendiri maupun orang lain,” tutur Spurr.
#Tips
“Jangan biasakan minum pil tidur jika susah tidur karena akan memberikan efek yang tidak baik pada otak jika dilakukan terus menerus. Atasi gangguan tidur dengan menerapkan waktu tidur yang teratur.”

Semoga bermanfa’at wassalam Smaslah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: